Tag Archives: Kung Fu Panda

Catatan Atok Messakh: Kung Fu Panda & Viktori

Kungfu Panda
Kungfu Panda

ADEGAN yang paling saya suka dari Kungfu Panda 3 adalah ketika Jendral Kai hampir kalah bertarung melawan Po dan sang jendral dalam keheranan bertanya: “Who are you?”

Po menjawab: “I’ve been asking the same question. I might the son of a panda, the son of a goose, a stundent, a teacher, it turns out I am all of them. I am the dragon warrior…get ready to feel the thunder…!” [Saya juga telah menanyakan pertanyaan yang sama. saya mungkin anak seekor panda, anak seekor angsa, seorang murid, seorang guru. Ternyata saya adalah semuanya. Saya adalah laskar Naga…bersiaplah merasakan guntur!”]

Adegan selanjutnya adalah Po mempermainkan, mengolok-olok dan memporak-porandakan dan melucuti semua kekuatan sang panglima besar perang seluruh China itu.

Memang Po adalah semuanya. Dan kemenangannya adalah kemenangan semuanya. Sepanjang film ini Po sendiri sedang mencari identitas dirinya. Siapa sebenarnya ia. Dan di saat yang genting dia menemukan siapa dirinya. Dia adalah semuanya. Identitas yang lengkap.

Jadi Po menang bukan karena kemasteran Kungfunya, namun karena tangan-tangan semua saudara dan sahabat yang menopangngya. Itulah identitas dia sebenar-benarnya. Dalam adegan beberapa menit sebelumnya, ketika Po sedang menjadi bulan-bulanan jendral Kai dalam pertempuran di dunia roh (spirit realm), ayahnya berkata: “Come son, fight!”

Tapi nampaknya Po akan kalah, tubuhnya perlahan telah membatu oleh hantaman jendral Kai. Lalu sang ayah tak patah semangat. Ia memanggil seluruh anggota keluarga, warga kampung Panda, dan para sahabatnya: “we have to help him, we have to help him! come on everyone gather around, coming close. Come on, we can do this”

Lalu semua sahabat dan saudaranya berkumpul, menyatukan tangan untuk menolong Po. “Po, you told us who we were mean to be,” katanya ayahnya. Semua yang hadir menopangkan tangan sambil satu per satu berkata: “A father, a friend, a dumb thinker, a little fighting machune, a hugger, chiky baby, a family….” Mereka menyatakan siapa diri mereka dan memberikan apa yang ada pada mereka. Itulah kunci kemenangan yang sejati.

Karena tumpangan tangan itu, tubuh Po yang telah hampir seluruhnya membantu, perlahan mulai pulih kembali sebelum akhirnya Po melucuti sang Jendral yang sombong. Sebuah kemenangan yang manis yang membuat Po berbisik: “Sweet.”

Lalu apa hubunganya dengan Viktori? Orang bertanya siapa itu Viktori. “Who are you? Who is this Viktor?” *

Kami adalah semuanya. Kami adalah lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi, kami adalah mahasiswa, kami adalah PNS yang muak dengan segala macam penyelewengan, kami adalah mahasiswa pasca sarjana, kami adalah wartawan, kami adalah tukang gado-gado, kami adalah tukang ojek, kami adalah ayah, kami adalah teman lama yang bertemu kembali, kami adalah ibu rumah tangga, kami adalah pendeta, kami adalah peneliti, kami adalah pencari kerja, kami adalah pensiunan, kami adalah pekerja LSM, kami adalah aktifis partai politik yang kecewa, kami adalah sopir, kami adalah dosen, kami adalah kakak, kami adalah adik, kami adalah sahabat yang pernah ditolong, kami adalah musuh yang telah memaafkan, kami adalah semuanya.

“It turns out…we are all of them.” Viktori adalah kita, Viktori adalah semuanya. [V]

* Ketika Viktor Yushchenko memenangkan pemilu di Ukraina akibat revolusi yang disebut revolusi Orange, majalah Time menurunkan cover story dengan judul: “Who is this Viktor?”

Oleh: Matheos Viktor Messakh