Maju Independen, Paket Viktori Bagi-bagi Brosur di Pasar Kasih

Viktori_maribagarakDUA aktivis LSM, Matheos Viktor Messakh dan Victor Emanuel Manbait bersama timnya yang menamakan diri sebagai Relawan Viktori, membagi-bagikan brosur berisi profil keduanya kepada para pedagang di Pasar Kasih Naikoten Kupang, Selasa (14/6/2016) siang.

Kedua aktivis ini siap maju sebagai calon walikota dan wakil walikota Kupang dari jalur independent.

Mereka membagikan brosur sambil memperkenalkan diri kepada para pedagang di pasar Kasih sembari menjelaskan kalau mereka siap maju menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode lima tahun ke depan.

Mereka mendatangi satu per satu pedagang dan membagikan brosur.
Beberapa pedagang yang mendapat brosur dan berkenalan langsung dengan kedua kandidat calon independent, mengatakan, mereka baru mengenal kedua kandidat tersebut. Walau demikian, mereka menyambut positif langkah paket Viktori untuk maju dalam Pemilukada Kota Kupang dari jalur independent.

“Beta baru kenal paket Viktori. Cuma masalahnya banyak warga di pasar Kasih ini belum punya KTP walaupun usia sudah pas. Mereka disuruh harus urus KTP dari tempat asal padahal mereka sudah lama di Kupang,” kata mama Meli.

Pedagang pasar lainnya, Ari Taopan mengatakan, dirinya juga baru kenal paket Viktori setelah mendapat brosur tersebut. Karena itu, ia langsung membacanya supaya tahu profil kedua kandidat.

Saat membagikan brosur dan memperkenalkan diri kepada warga pasar Kasih, kedua kandidat walikota dan wakil walikota serta tim Relawan Viktori tidak berjalan berdampingan tetapi berpencar. Sehingga tidak terlihat heboh.

Matheos Viktor Messakh
Matheos Viktor Messakh

Matheos Viktor Messakh kepada wartawan pos kupang di Pasar Kasih Naikoten Kupang, mengatakan, untuk maju sebagai calon independen mereka minimal harus mendapat dukungan dari 22.417 pemilih Kota Kupang. Karena itulah mereka membagi-bagikan brosur berisi profil paket Viktori kepada warga Kota Kupang untuk meminta dukungan.

“Di Kupang tidak seperti di Jakarta. Kalau di Jakarta, pak Ahok adalah incambent. Sehingga orang berbondong-bondong mengumpulkan KTP. Di Kupang, kita tentu tidak seperti itu,” kata Messakh.

Meski demikian, dikatakan Messakh, hingga saat ini sudah sekitar 70 persen dukungan sudah mereka dapatkan dan tinggal mengejar sisanya yang 30 persen.

“Kami duluan sisir dari pinggiran Kota Kupang dan terus mengerucut ke tengah, ke pusat kota Kupang. Kita seperti menjala ikan. Kami langsung bertemu dengan warga, menjelaskan tujuan kami mencalonkan diri sekaligus sosialisasi paket Viktori. Itulah untungnya kalau maju lewat jalur independent,” kata Messakh.

Ketika bertemu warga, kata Messakh, ada yang menyambut baik dan ada yang menolak kedatangan mereka. Hal itu dinilai sebagai sesuatu yang wajar dan merupakan resiko dari perjuangan.

Victor Manbait
Victor Manbait

“Ada yang terima baik, ada yang tolak. Itu resiko. Kami tidak ambisi kekuasaan. Kami ingin menjadikan Kota Kupang lebih baik sehingga ikut dalam pesta demokrasi Kota Kupang ini,” kata Messakh.

Setiap hari, kata Messakh, relawan Viktori terus bekerja membagikan brosur sekaligus mensosialisasikan paket Viktori.

Relawan Viktori berasal dari berbagai kalangan dan umumnya adalah mahasiswa dan orang muda. (Sumber: Pos Kupang)

Tinggalkan pesan Anda di sini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s